Human Task Analist
post by: Rizky Nur Ikhsan
Human Task Analisis adalah
Proses untuk menganalisis cara manusia melakukan pekerjaanya, hal-hal yang
mereka kerjakan, hal-hal yang mereka kenai tindakan, dan hal-hal yang perlu
mereka ketahui. Keluaran dari task Analysis : Breakdown dari task yang
dilakukan oleh manusia, hal-hal yang mereka gunakan, rencana dan tindakan yang
biasa dilakukan untuk penyelesaian task. Task Analisis tidak pernah selesai ,
Tetapi digunakan untuk mempermudah pembangunan antar muka yang mendukung cara
kerja manusia yang diinginkan
1. Sasaran
(external task) : adalah keadaan sistem yang ingin dicapai manusia
Contoh : Menulis surat, pergi
ke toko
2. Task
(internal task) : Himpunan terstruktur dari aktivitas yang dibutuhkan,
digunakan atau dipercayai penting untuk mencapai sasaran menggunakan perangkat
tertentu
Contoh : Menulis (mengetik)
perintah pada keyboard
3. Aksi
(action) : adalah task yang tidak mengandung pemecahan persoalan atau komponen
struktur kendali
Contoh ; Memindahkan pointer,
menekan kunci
4. Rencana
(method) terdiri atas sejumlah task atau aksi yang dihubungkan dalam urutan
Contoh Task Analysis : Membersihkan kamar
·
Ambil vacuum cleaner
·
Tancapkan vacuum cleaner ke alat penghubung
listrik
·
Bersihkan kamar
·
Jika kantong vacuum cleaner penuh, kosongkan
·
Pasang kembali vacuum cleaner dan segala
peralatan pendukungnya
Dekomposisi
Tugas
·
Hierarchical Task Analysis (HTA) : adalah metode
yang sering digunakan dalam pendekatan dekomposisi task
·
HTA : deskripsi task dalam lingkup operasi (hal
yang dilakukan manusia dalam mencapai sasaran), dan rencana (Pernyataan/kondisi
saat tiap himpunan operasi harus dijalankan untuk mencapai sasaran operasi)
·
Keluaran HTA adalah hirarki task dan sub task
serta rencana yang menggambarkan urutan dan konndisi yan memungkinkan subtask
berjalan
Proses HTA
Task analysis (analisis tugas)
merupakan sesuatu yang sangat penting dalam pembahasan interaksi manusia dan
komputer karena berkonsentrasi pada pefomance kerja.
yang dimaksud dengan Task analysis adalah suatu
metode untuk menganalisis pekerjaan manusia, apa yang dikerjakan dengan apa
mereka bekerja dan apa yang harus mereka ketahui. Contohnya : apa saja tugas
yang dilakukan untuk membersihkan rumah. Mengapa perlu analisis tugas ?Untuk
memasukan elemen manusia secara langsung pada perancangan secara sistematis dan
terbuka sehingga dapat diperiksa dengan teliti.
Task analisis
ini merupakan proses menganalisa tentang cara pengguna dalam mengerjakan,
menyelesaikan dan bereaksi terhadap tugas dari suatu sistem dan hal-hal yang
inign diketahui oleh pengguna (dix, 1993 ). Fungsi dari task analysis adalah
untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusandesain
serta sebagai dasar unutk mengevaluasi desain dari sistem.
Task analis sangat diperlukan, terutama dari sudut
pandang desainer, karena umumnya desainer beranggapan bahwa semua user adalah
sama, dan juga semua user sama dengan “saya”. Mereka juga sering kali
berasumsi bahwa kareteristik user (budaya, norma dan lingkungan) tidak
memiliki pengaruh dengan sistem dan keangkuhan yang menyatakan bahwa desain
interface yang baik tidak perlu memehami user.
Sebelum dilakukan proses
penyusunan task analysis, maka desainer dan pembuat aplikasi melakukan
penyusunan kategori proses, serta membuat pernyataan tentang : apa yang terjadi
sebelum proses, apa yang akan terjadi dari proses, mengapa proses harus dilakukan,
bagaimana cara melakukan dan apa yang akan dihasilkan oleh proses tersebut.
Task analysisi sendiri terbagi menjadi tiga bagian yaiut
( Dix, 1993) :
1.
Task decomposition
Suatu task pecah menjadi sub-task yang berurutan. Salah
satu pendekatan dari jenis task analysis ini adalah HTA atau Hierarchical Task
Analysis yang membagi tugas dalam suatu hirarki jenis Tree. Tipe tuga yang
terdapat dalam jenis task analiysis ini antara lain :
·
Fixed sequence : Tugas tetap yang harus
dilakukan
·
Optional : Tugas yang dapat
diabaikan
·
Cycles
: Tugas yang dikerjakan berulang
2.
Knowledge Based
techniques
Menekankan pengetahuan dari user tentang objek dan aksi
yang akakn dibutuhkan dalam task tersebut . knowledge based analysis dimulai
dengan mengidentifikasikan semua objek dan aksi yang terlibat dalam task, dan
kemudian mengembangkan suatu taxonomi dari semuanya. Hal ini mirip dengan
taxonomi dari cabang ilmu biologi (klasifikasi hewan/tumbuhan).
3.
Entity-reation
based analysis
Berdasarkan objek, penekanan pada identifikasi dari
entity, relationship dan kegunaannya, seringkali diasumsikan mirip dengan UML







0 komentar:
Posting Komentar