Selasa, 15 Januari 2019

"Peranan Fundamental Sistem Informasi Dalam Bisnis"  

 post by: rizky nur ikhsan

 

 

 


1. Mendukung  proses dan operasi bisnis Sebagai contoh toko ritel menggunakan system informasi inventori barang untuk membantu karyawan mencatat pembelian pelanggan, memeriksa persediaan, membayar karyawan, membeli barang dagangan baru, mengevaluasi tren penjualan. Kegiatan operasional toko bisa berhenti/terganggu bila SI tidak berfungsi/mati/error.

2. Mendukung pengambilan keputusan SI digunakan oleh manajer toko untuk membeli produk baru atau memprioritaskan barang mana yang didahulukan untuk dibeli. Bukan saja untuk membantu mengambil keputusan namun membantu manajer untuk mendapatkan keuntungan atas toko pesaing lainnya.

3. Mendukung strategi untuk keuntungan kompetitif Memperoleh keuntungan strategis dari pesaing lainnya. Melihat peluang pasar yg ada, manajer toko membuat terobosan memasang layar sentuh di semua tokonya untuk memudahkan pelanggan mencari katalog barang yang dijual. Dengan manfaat yang ada tentu hal ini lebih memberi keuntungan daripada para pesaing lainnya yang tidak/belum memasang layar sentuh tsb.







Sekarang ini bisnis bergantung pada internet, intranet, dan ekstranet untuk menerapkan dan mengatur penerapan bisnis elektronik yang inovatif. 

Internet (interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol / Internet Protocol Suite (TCP / IP) sebagai packet switching protocol (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di internet dunia.Rangkaian dunia yang disebut Internet. Bagaimana menghubungkan sirkuit dengan aturan ini disebut internetworking (“antara jaringan”).

Intranet adalah jaringan pribadi (private network) yang menggunakan protokol Internet (TCP / IP), untuk membagi informasi rahasia tentang perusahaan atau operasi perusahaan untuk karyawannya. Kadangkadang, istilah ini mengacu hanya untuk intranet layanan yang terlihat, yakni situs web internal perusahaan.

Extranet atau Ekstranet adalah jaringan yang menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual (vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain. Extranet dapat juga diartikan sebagai intranet sebuah perusahaan yang dilebarkan bagi pengguna di luar perusahaan. Perusahaan yang membangun extranet dapat bertukar data bervolume besar dengan EDI (Electronic Data Interchange), berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam suatu jaringan kerjasama dan lain-lain.







Kegiatan operasi dan klasifikasi manajemen dari system informasi. Perhatikan bagaimana gambaran konseptual ini menekankan tujuan utama dari system informasi yang mendukung kegiatan operasi bisnis dan pengambilan keputusan manjerial.

Sistem kolaborasi perusahaan, mendukung tim, kelompok kerja, dan komunitas serta kolaborasi perusahaan. Misalnya system surat lektronik dan konferensi video.

Sistem pendukung operasi menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal dan eksternal namun mereka tidak menekankan pada produk nformasi tertentu yang dapat digunakan oleh menejer. 
Sistem Informasi
Sistem Pendukung Operasi
Sistem Pendukung Manajemen
Suporting operasi bisnis
Suporting pengambilan keputusan
Sistem Pengolahan Transaksi
Sistem Kendali Proses
Sistem Kolaborasi
Sistem Pengolahan Khusus
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Informasi Eksekutif
Sistem Penghitungan Pengguna Akhir
Sistem Manajemen Pengetahuan
Sistem Informasi Strategis
Sistem Keahlian/ Expert System
Sistem Bisnis Fungsional
Saran ahli bagi para pengambil keputusan
Mengelola pengetahuan oragnisasi
Mendukung keuntungan kompetitif
Mendukung fungsi bisnis dasar
Peranan dari system pendukung operasi sebuah berusahaan adalah untuk memproses transaksi bisnis, mengendalikan proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi perusahaan serta memperbarui basis data perusahaan secara efisien.

Sistem pengolahan transaksi, memproses data yang dihasilkan dari transaksi bisnis, memperbrui basis data dan menghasilkan dokumen bisnis.. Sistem pengolahan transaksi dibagi 2 yaitu:  • Batch processing, yaitu data transaksi diakumulasi kan dalam sebuah periode waktu dan diproses secara periodic. • Real Time processing, yaitu data diproses secepat mungkin setelah sebuah transaksi terjadi.

Sebagai contoh system tempat penjualan(point of sales-POS) di banyak ritel menggunakan terminal mesin penghitung uang masuk elektronik  untuk menangkap dan mengirimkan data penjualan secara elektronik melalui hubungan telekomunikasi ke pusat  computer regional untuk pengolahan segera (real time) atau tiap malam (batch).

Sistem kendali proses mengawasi dan mengendalikan proses fisik, secara real time (seketika).

Sistem manajemen informasi.  Memberikan informasi dalam bentuk laporan yang sudah ada dan tampilan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Contoh: analisis penjualan, kinerja produksi dan system pelaporan tren biaya.

Sistem pendukung keputusan. Memberikan dukungan khusus interaktif bagi proses pengambilan keputusan dari manajer dan pelaku bisnis lainnya. Contoh: penentuan harga produk, estimasi profitabilitas, dan analis resiko. Sistem informasi eksekutif. Memberikan informasi penting dari MIS, DSS dan sumber lain yang diperlukan oleh eksekutif. Contoh system akses yang mudah untuk menganalisis kinerja bisnis, tindakan dari competitor, dan pengembangan ekonomi untuk mendukung perencanaan strategis.

Sistem keahlian (Expert system). Sistem berbasis pengetahuan yang memberikan saran ahli dan bertindak sebagai konsultan ahli bagi pengguna.

Sistem manajemen pengetahuan (Knowledge Management System)merupakan system informasi berbasis pengetahuan yang mendukung penciptaan, organisasi, dan penyebaran pengetahuan bisnis kepada karyawan dan manajer di sebuah perusahaan.

Sistem informasi strategis menerapkan teknologi informasi pada produk perusahaan, jasa, atau proses bisnis untuk membantu mendapatkan sebuah keuntungan strategis terhadap pesaingnya.

Sistem bisnis fungsional  adalah system informasi yang berfokus pada penerapan kegiatan operasi dan manajerial dalam mendukung fungsi bisnis dasar perusahaan.

Sistem informasi antar fungsi adalah system informasi yang mengkombinasikan beberapa jenis system.

Tantangan Bisnis/TI • Persyaratan kecepatan dan fleksibilitas dari pengembangan produk,manufaktur dan siklus pengiriman • Rekayasa ulang dan integrase antar fungsional dari proses bisnis menggunakan teknologi internet • Integrase bisnis elektronik dan perdagangan komersial/elektronik ke dalam strategi, proses, struktur dan budaya organisasi

 Pengembangan Bisnis/TI • Penggunanaan internet, intranet, ekstranet, dan situs sebagai insfrastruktur utama TI • Penyebaran teknologi stus internet kepada karyawan, pemasok, pelanggan  • Komputasi global dalam jaringan, kolaborasi dan system pendukung keputusan

Tujuan Bisnis/TI • Memberikan pelanggan apa yang mereka inginkan, kapan dan bagaimana mereka menginginkannya dengan biaya yang rendah • Koordinasi proses manufaktur dan bisnis dengan pemasok dan pelanggan • Hubungan rekanan saluran pemasaran dengan pemasok dan distributor



Definisi sistem  Sekumpulan unsur (elemen/kegiatan/prosedur) yang saling terpadu dan berkerja sama satu sama lain untuk mencapai sebuah tujuan. Contoh : A. Sistem computer  Unsur : CPU , Monitor , Mouse , keyboard , Printer , Modem  Tujuan : Mengolah data  B. Sistem tubuh  Unsur : Organ tubuh , panca indra  Tujuan : Kelangsungan hidup  C. Sistem pabrik  Unsur : Orang , Mesin , Order Tujuan : Produksi 

Karakteristik Sistem 
  •  KOMPONEN ( COMPONENT )  yaitu suatu yang menjadi bagian sistem ( benda, aturan, orang ) 
  • BATAS ( BOUNDARY )  yaitu suatu yang membedakan dengan sesitem lainnya  
  • LINGKUNGAN ( ENVIRONMENT )   yaitu suatu yang berada di luar sistem ( mempengaruhi sistem ) 
  • PENGHUBUNG ( INTER FACE )  yaitu menjembatani fungsi antar komponen  
  • MASUKAN ( INPUT )  yaitu suatu yang digunakan sebagai bahan untuk di olah lebih lanjut  
  • PENGOLAHAN ( PROCESSING )  yaitu kegitan memproses bahan masukan menjadi bahan keluaran  
  • KELUARAN ( OUTPUT )  yaitu berbagai macam bentuk yang dihasilkan melalui pengolahan  
  • SASARAN ( OBJEKTIVE )  yaitu sesuatu yang ingin di capai dalam jangka pendek atau panjang  
  • TUJUAN ( GOAL )  yaitu pencapaian akhir yang hendak dicapai dalam waktu yang panjang  
  • KENDALI ( CONTROL ) Yaitu menjaga sistem agar tetap berjalan sesuai rencana dan tujuannya 
  • UMPAN BALIK ( FREE BACK ) Yaitu mengukur oprasional proses sistem (mengembalikan kondisi menyimpang menjadi standar )  








Share:

Senin, 14 Januari 2019

"Perkembangan Sistem Informasi Manajemen" 

post by: Rizky Nur Ikhsan

 

 


Sejarah sistem informasi manajemen tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi. Sistem informasi manajemen (SIM) mengikuti perkembangan yang terjadi pada dunia teknologi karena SIM adalah sistem yang menggunakan teknologi dalam melakukan pengumpulan dan pengolahan data menjadi sebuah informasi yang berguna.

Walaupun pada sejarah awalnya, sistem informasi manajemen mungkin saja tidak menggunakan atau membutuhkan teknologi.

Mungkin saja sebelum ditemukannya komputer atau bahkan mesin ketik. SIM telah ada walau tidak menjadi sebuah ilmu pengetahuan yang tanpa disadari telah dilakukan. Karena pada awal mula ilmu manajemen diterapkan tidak ditemukan teknologi yang mendukung sistem informasi manajemen.

Semua kegiatan dicatat secara manual karena skala kegiatan yang masih kecil.

Namun pada perkembangannya, sistem informasi manajemen hampir mustahil dijalankan tanpa adanya dukungan teknologi karena kompleksnya ruang lingkup manajemen.

Sistem informasi manajemen mulai mendapatkan perhatian lebih serius dari pelaku usaha sejak teknologi informasi mulai dimanfaatkan.

Setidaknya menurut para ahli, ada 5 era sejarah sistem informasi manajemen ketika sudah tersentuh teknologi komputer. Era pertama | mainframe and minicomputer Era kedua | personal computer Era ketiga | server network Era keempat | enterprise computing Era kelima | cloud Computing

# 1. Sejarah SIM Era Pertama | Sebelum 1965 sejarah sistem informasi manajemen komputer ENIAC tahun 1946 

Era pertama dalam sejarah sistem informasi manajemen terjadi sebelum tahun 1965. Saat itu telah ditemukan komputer namun bentukya sangat besar. Dikenal dengan komputer Mainframe. Ukuran komputer tersebut hampir satu ruangan khusus dan membutuhkan beberapa teknisi untuk mengoperasikannya.

Sedikit perusahaan yang mengimplementasikan komputer dalam sistemnya karena biaya yang besar dan "ribet"nya komputer pada waktu itu.

Bahkan satu komputer dipakai oleh beberapa perusahaan. Berbagi komputer sudah umum terjadi karena biaya untuk mengoperasikannya sangat besar.

Disekitar tahun 1945 - 1955 komputer masih belum disertai dengan sistem operasi. Komputer harus diberi instruksi yang masih dikerjakan secara langsung.

Sistem informasi manajemen berbasis komputer masih belum meluas penggunaannya.

 Namun seiring perkembangan teknologi komputer, kemudian lahirlah komputer dengan ukuran yang lebih kecil. Banyak perusahaan yang memakainya walau mungkin pada waktu itu harga satu komputer masih sangat mahal. Tapi masih terjangkau bagi perusahaan yang berukuran besar.

Tapi jangan dibayangkan komputer yang telah berukuran lebih kecil tersebut memiliki kemampuan yang sama dengan komputer sekarang. Performanya masih sangat terbatas. Terlebih lagi ahli komputer masih sangat jarang.

Pada tahun 1955 - 1965 tekonologi komputer sudah mulai dipakai untuk mengerjakan tugas tugas kantor diperusahaan. Sistem komputer masih belum dilengkapi dengan sistem operasi, Namun ada beberapa fungsi dasar dari sistem operasi sudah ada.

Hingga tahun ini, SIM yang terkomputerisasi masih jarang digunakan. Atau digunakan walau dengan banyak batasan kemampuan.

Walaupun begitu, setidaknya penggunaan komputer sudah mulai meringankan kerja para karyawan jauh lebih efisien dari sebelumnya.

Setidaknya, perusahaan tidak lagi berbagi komputer lagi. Memiliki komputer dengan ukuran yang masuk akal.

# 2. Sejarah SIM Era Kedua | 1965 - 1980 Era kedua dalam sejarah sistem informasi manajemen dimulai pada tahun 1965. Saat itu, komputer telah berkembang pesat dari sisi performa. Harganya juga lebih terjangkau. Bahkan bukan hanya perusahaan, orang pribadipun sudah banyak yang bisa memilikinya.

Kemampuan komputer sudah semakin meningkat dengan ditemukannya "mikroprosesor" pada komputer. Aplikasi perangkat lunak "software" mulai bermunculan.

Sumber daya manusia yang ahli dibidang komputer mulai merata. Sistem informasi manajemen mulai banyak dilirik perusahaan. Karyawan perusahaan sudah banyak yang bisa mengoperasikan komputer dan aplikasinya.

Dimasa ini, komputer telah bisa mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus dan diakses secara simultan. Adanya memori pada yang bisa dipartisi (dibagi) memudahkan beberapa perkerjaan kantor dalam menyimpan dan memproses data.

# 3. Sejarah SIM Era Ketiga | 1980 -1990 sejarah perkembangan sistem informasi manajemen The IBM PC 1981 

Sistem informasi manajemen yang terkomputerisasi di era ketiga mungkin terjadi sekitar tahun 1980-an hingga awal tahun 1990-an.

Pada era ketiga ini, SIM yang terkomputerisasi mulai banyak dipakai oleh perusahaan. Banyak perusahaan terutama perusahaan multi-nasional yang menciptakan sistem informasi mereka walaupun masih belum sempurna.

Di era ini, komputer telah banyak mengalami pengembangan. Kemampuan komputer semakin meningkat dan dikenal dengan komputer dekstop. Pada era ini pula tercipta teknologi jaringan (TCP/IP) yang bisa menghubungakan satu komputer dengan komputer lainnya.

Komputer sudah bisa terhubung dengan komputer lain dengan sebuah jaringan lokal antar komputer dalam perusahaan.

Para karyawan disebuah perusahaan sudah bisa berbagi informasi dalam format yang sederhana melalui komputer yang terhubung dengan server utama melalui jaringan yang disebut dengan intranet.

Era ini membuka jalan kepada sistem informasi manajemen yang modern. Aplikasi yang menjadi cikal bakal kemajuan mulai bermunculan seperti Lotus 123, Excel dan Multiplan Microsoft yang sangat membantu meringankan beban kerja manajemen perusahaan.

Walaupun begitu, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dengan komputer pada jaman ini. Terutama aplikasi dan kecepatan yang masih rendah.

# 4.  Sejarah SIM Era Keempat | 1990 -2000 Pada era keempat adalah penyempurnaan teknologi di era ketiga. Perbaikan yang menghasilkan kecepatan akses jaringan yang lebih mudah dan cepat. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah karena akses informasi yang mudah dan cepat.

Di era ini, aplikasi perangkat lunak mulai banyak dikembangkan. Beberapa aplikasi khusus  perusahaan mulai terpadu dan bisa diakses ke berbagai departemen lain yang terdapat pada perusahaan. Kecepatannya juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan komputer di era sebelumnya.

Beberapa departemen di perusahaan bisa dikonsolidasikan dan dihubungkan dalam satu server atau platform tunggal yang bisa dengan mudah diakses oleh setiap departemen.

Software software yang dikembangkan sudah bisa mengintegrasikan berbagai peran departemen dalam perusahaan. Departemen operasi, keuangan, pemasaran, akuntansi, sumber daya manusia, inventory dan departemen yang lain bisa bekerja sama dengan selaras. Dan juga saling terhubung satu dengan yang lain.

Walaupun modul aplikasi dan informasi yang diakses berbeda antar departemen, tapi sudah memberikan gambaran yang utuh bagi manajemen puncak tentang semua kegiatan operasi perusahaan.

Peranan sistem informasi manajemen di era keempat ini mulai matang. SIM bisa membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja perusahaan. Penggunaannya juga mulai meluas keberbagai dunia. Perangkat lunak dan keras mulai berinovasi dan ditingkatkan.

# 5. Sejarah SIM Era Kelima | 2000 - Sekarang Sistem informasi manajemen di era kelima, Awal abad 21 hingga sekarang ini bisa dikatakan mengalami perkembangan yang super cepat. Era Internet. Era Smartphone. Era Cloud Computing.

 Informasi bisa diakses dimana saja, kapan saja, format apa saja, dengan kecepatan yang berkali kali lipat dari sebelumnya. Bahkan pengguna bisa membaca informasi yang dihasilkan dalam genggaman tangannya.

Kecepatan pengumpulan data, pengolahan data dan pelaporan informasi sudah dalam hitungan detik. Mungkin masih ingat, ketika pemilu presiden dilangsungkan. Pagi hari masyarakat masih melakukan pemilihan, perhitungan. Dan siang hari, hasil pemilu sudah bisa diketahui hasilnya dengan metode quick qount. Sangat cepat.

Begitu pula dengan sistem informasi manajemen pada perusahaan. Ketika kasir sebuah minimarket mengarahkan barcode produk ke alat scan. Maka data data seperti penjualan, stok gudang, stok toko, diskon dan hal lain langsung tercatat secara otomatis dalam sistem komputer. Kasir sudah tidak perlu merekap transaksi secara manual hingga lembur malam.

Detik itu juga sudah tercatat.

Satu kali klik, beberapa data sudah bisa dikumpulkan, bisa dioleh dan langsung bisa dibagikan kesemua tempat, dan waktu.


Kesimpulan Dalam kurun waktu lebih dari setengah abad ketika komputer mulai dihadirkan untuk membantu pekerjaan. Kemajuan teknologi informasi terkomputerisasi mengalami peningkatan yang berkali lipat.

Kapasitas, kecepatan, kinerja, tampilan, kecanggihan komputer dan teknologi informasi lainnya mengalami evolusi yang dramatis.

Sejarah kemajuan teknologi ini mengiringi kemajuan sistem informasi manajemen dari masa kemasa. Teknologi semakin mudah menyesuaikan dengan kebutuhan sistem informasi manajemen.

Kinerja perusahaan menjadi jauh lebih efisien dan efektif atas dukungan teknologi informasi.

Teknologi terus melaju. Meninggalkan yang tidak setuju.





Istilah-istilah

EDP (Electronic Data Processing) atau Pengolahan Data Elektronik adalah penggunaan computer untuk memproses data secara otomatis/elektronik meliputi pengolahan transaksi, pemeliharaan catatan, akuntansi, dan aplikasi pengolahan data elektronik lainnya.
2000-sekarang Era internet, era smartphone, era cloud computing Informasi dapat diakses kapan saja, dimana saja, dlm format apa saja. Kecepatan internet berkali2 lipat dr era sebelumnya Semua transaksi tercatat secara real time detik-demi detik. ATM,Kartu Kredit belanja di mall semua sdh terkoneksi secra otomatis. Gojek, Grab dan semua aplikasi mobile adalah system informasi yang maha lengkap. Semua entitas terkoneksi dengan akurat.
Era kelima | cloud Computing
DSS (Decision Support System) atau Sistem Pendukung Keputusan adalah sebuah system informasi yang menggunakan model keputusan, sebuah basis data, dan sebuah wawasan dari pembuat keputusan dalam sebuah proses pemodelan yang ad hoc dan interaktif untuk mencapai sebuah keputusan yang spesifik  oleh seorag pembuat keputusan yang spesifik. ES (Expert System) atau Sistem Pakar adalah sebuah system informasi berbasis computer yang menggunakan pengetahuannya tentang sebuah  area aplikasi kompleks spesifik untuk bertindak sebagai seorang konsultan pakar bagi pengguna. Sistem terdiri dari sebuah  dasar pengetahuan dan modul perangkat lunak yang menyimpulkan pada pengetahuan dan jawaban yang komunikatif terhadap pengguna. ESS (Executif Support Systems) adalah sebuah system informasi eksekutif dengan kemampuan tambahan  termasuk Analisa data, pendukung keputusan, surat elektronik dan alat produktifitas personal. EIS (Executif Information System) adalah sebuah system informasi yang memberikan informasi strategis yang diciptakan umtuk memenuhi kebutuhan eksekutif dan pembuat keputusan lainnya.
Sumber Daya  Sistem Informasi

Sumber Daya dan Produk dari Sistem Informasi
Sumber Daya Manusia Spesialis -analis system pengembang perangkat lunak, operator system Pengguna akhir -siapapun yang menggunakan system informasi

Sumber Daya Perangkat  Keras Mesin-komputer, layer video, hardisk, printer, pemindai optic Media-floppy disk, cakram optic, formulir kertas

Sumber Daya Perangkat Lunak Program-sistem operasi, program pengolah angka, aplikasi perkantoran Prosedur-prosedur entri data, prosedur back up data, prosedur pengkoreksian data

Sumber Daya Data Deskripsi produk, catatan pelanggan, arsip karyawan, basis data persediaan

Sumber Daya Jaringan Media komunikasi, akses jaringan  dan perangkat pengendali jaringan

Produk Informasi Laporan manajemen dan dokumen bisnis menggunakan t eks dan tampilan grafis, respon audio dan formulir kertas.

Masukan Sumber Data  Data tentang transaksi bisnis dan kejadian lainnya harus dicatat dan dipersiapkan untuk diolah. Masukan biasanya berupa entry data seperti perekaman dan pengeditan.

Pemrosesan data menjadi informasi Data biasanya berkaitan dengan aktifitas pemrosesan seperti perhitungan, pembandingan, penyortiran dan pengklasifikasian serta perangkuman. Kegiatan ini mengorganisasi, menganalisis, dan memanipulasi data dan mengubahnya menjadi informasi yang berguna bagi pengguna akhir.

Keluaran dari produk informasi Informasi dalamberbagai bentuk dikirim ke pengguna akhirdan tersedia melalui aktifitas keluaran.Produk informasi yg umum antara lain pesan, laporan formulir, gambar grafis, video, suara, dan multimedia.

Penyimpanan sumber daya data Penyimpanan merupakan aktifitas dimana data disimpan dengan cara yang terorganisir untuk dpat digunakan di kemudian hari mengikuti aturan/prosedur yang telah ditetapkan.

Kendali Kinerja Sistem Sistem informasi harus memiliki unpan balik terhadap masukan, pemrosesan, keluaran dan kegiatan penyimpanan. Unpan balik ini harus diawasi dan dan dievaluasi untuk memenuhi standar kinerja yang sudah ditentukan.




Share:

"Peranan Fundamental Sistem Informasi Dalam Bisnis"       post by: rizky nur ikhsan       1. Mendukung  proses dan ope...

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.