post by: Rizky Nur Ikhsan
5.1 MANIPULASI LANGSUNG
Manipulasi langsung merupakan kesan
atau perasaan antarmuka. Manipulasi langsung adalah interaksi
manusia-komputer yang melibatkan representasi gaya kontinu objek kepentingan, dan
cepat, reversibel, kenaikan tindakan dan umpan balik.
Tujuannya : adalah untuk memungkinkan
pengguna untuk secara langsung memanipulasi objek disajikan kepada mereka,
menggunakan tindakan yang sesuai setidaknya longgar ke dunia fisik. Setelah
metafora dunia nyata untuk benda dan tindakan dapat memudahkan user untuk
mempelajari dan menggunakan antarmuka (beberapa mungkin mengatakan bahwa
antarmuka yang lebih alami atau intuitif), dan cepat, umpan balik tambahan
memungkinkan user untuk membuat kesalahan yang lebih sedikit dan lengkap tugas
dalam waktu kurang, karena mereka dapat melihat hasil dari suatu tindakan
sebelum menyelesaikan tindakan.
5.2 ASPEK KOGNITIF PADA MANIPULASI
LANGSUNG
Aspek Jarak
- Aspek pertama menyatakan bahwa directness menunjukkan jarak antara yang dipikirikan oleh pengguna dengan kebutuhan fisik dari sistem yang digunakan
- Aspek Keterlibatan ( engagement )Aspek kedua menyatakan bahwa directness berurusan dengan perasaan keterlibatan ( engagement ) secara kualitatif.
5.3 MANIPULASI PROGRAM Vs MANIPULASI ISI
- Manipulasi program ialah merupakan cara pengguna
menggunakan program aplikasi untuk menyelesaikan suatu tugas.
- Manipulasi isi lebih mengacu kepada data yang
diolah oleh program aplikasi tersebut
- Fase Bebas, yakni fase sebelum pengguna melakukan suatu tindakan.
- Fase Aktivasi, yakni fase ketika pengguna mulai melakukan penggeseran.
- Fase Penghentian, yakni fase setelah pengguna melepas tombol tetikus.
5.5 UMPAN
BALIK VISUAL
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kunci untuk
keberhasilan manipulasi langsung adalah dengan adanya umpan balik visual
yang lengkap. Bergantung pada fase mana anda berada, ada 2 varian bentuk kursor
yang dapat digunakan. Pada saat fase bebas, sembarang perubahan visual
kenampakan kursor ketika melewati suatu objek di layar disebut dengan bentuk
kursor bebas. Ketika fase aktivasi berlangsung, terjadi perubahan bentuk kursor
dan disebut dengan kursor aktivasi. Kebanyakan program menggunakan kursor
berbentuk tangan untuk menunjukan bahwa berkas itu sendiri, bukannya informasi
yang ada di dalamnya, dapat digeser.
Contoh penggunaan
bentuk kursor aktivasi sebagai berikut:
Pada tahap aktivasi, ketika anda menahan kunci-meta (misalnya tombol Ctrl atau Ctrl-Shift) untuk menggeser duplikat objek tersebut, dan bukannya objek itu sendiri, ada kemungkinan kursornya akan berubah dari simbol anak panah menjadi simbol anak panah dengan tanda + kecil untuk menunjukan bahwa operasi yang dilakukan adalah operasi untuk membuat duplikat suatu objek dan bukannya menggeser.
Ketika suatu objek digeser, kursornya harus terlihat
kursornya harus terlihat menggeser seluruh ikon atau bentuk lain yang juga
mempresentasikan objek tersebut. Pada program untuk menggambar, misalnya ketika
anda menggeser elemen visual dari suatu objek yang kompleks dari satu posisi
lain, akan sangat sulit bagi program tersebut apabila gambar sebenarnya yang
harus digeser (karena keterbatasan kinerja komputer). Dalam kasus ini elemen
yang digeser ditunjukkan dengan garis batas terluar dari (kumpulan) obyek
tersebut.
5.6 PERANTI
PETUNJUK
Tetikus dapat dikatakan sebagai salah satu peranti
interaktif yang paling banyak digunakan sebagai peranti petunjuk (pointing
device). Pada sebagian besar pemakaiannya, tetikus digunakan untuk
menempatkan kursor (teks atau grafik) pada posisi tertentu di layar komputer,
mengaktifkan menu pilihan pada suatu program aplikasi, dan untuk
aplikasi-aplikasi tertentu, tetikusjuga dapat digunakan untuk menggambar. Hal
ini dapat dilaksanakan dengan adanya peranti pemantau yang ada di dalam tetikus
itu. Pada saat operator menggerakan tetikus, informasi tentang posisi tetikus
akan dikirim ke komputer, yang selanjutnya komputer akan memindah letak kursor
ke posisi yang baru, atau melakukan aktivitas lain sesuai dengan tugas yang
ditentukan.
5.7
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MANIPULASI LANGSUNG
-Keuntungan dari manipulasi langsung :
•Kompatibilitas kendali dan tampilan.
•Lebih sedikit sintaks, karena itu tingkat kesalahan
berkurang.
•Lebih banyak pencegahan kesalahan.
•Lebih cepat dipelajari dan lebih mudah diingat.
•Mendorong penjelajahan.
-Kerugian/kekurangan dari manipulasi langsung :
•Memakan lebih banyak sumber daya sistem.
•Beberapa aksi menyusahkan.
•Teknik makro sering lemah.
•Sulit dicatat dan ditelusuri.
•Sulit digunakan oleh pemakai yang pengelihatannya
terganggu.








0 komentar:
Posting Komentar